Peta Kekuatan Wilayah Jokowi-Prabowo, Siapa Menang Di Mana?

Pemilu 2019 semakin dekat. Meskipun ada beberapa kategori yang harus dipilih seperti kursi untuk legislatif di tingkat nasional dan daerah, fokus masyarakat tentu pada persaingan antara dua calon presiden, Presiden Joko Widodo yang menjadi petahana, dan Prabowo Subianto yang menantangnya. Tahun 2014 kemarin telah dimenangkan oleh Jokowi dengan angka yang tipis. Bagaimana di tahun 2019 nanti?

Banyak survei yang sudah dilakukan oleh berbagai lembaga. Ada yang memenangkan pasangan calon (paslon) Jokowi-Ma’ruf, namun ada yang menganggap paslon Prabowo-Sandi masih memiliki peluang untuk terpilih juga. Seperti apa persebarannya? Kira-kira, wilayah mana aja ya, yang masih berpeluang untuk direbut oleh salah satu paslon dari paslon lainnya?

Suara Pulau Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kalimantan, Maluku, dan Papua Dikuasai Paslon Jokowi-Ma’ruf

Dimulai dari Pulau Jawa, survei Litbang Kompas.com menunjukkan elektabilitas Jokowi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta sudah cukup tinggi. Hal ini terlihat dari bagaimana paslon Jokowi-Ma’ruf menguasai pulau Jawa dengan capaian suara 57,1 persen. Meskipun begitu, di Jawa Barat dan DKI Jakarta, dukungan untuk Prabowo-Sandi diperkirakan akan sedikit lebih kuat daripada untuk Jokowi-Ma’ruf.

Sedangkan di Sulawesi, sudah ada 44 persen responden yang memilih Jokowi-Maruf. Suara untuk Prabowo-Sandi hanya ada di angka 38,5 persen dari seluruh responden. Hasil yang tipis ini jelas masih bisa berubah, mengingat ada 17,6 pesen dari responden yang belum memiliki pilihan.

Untuk wilayah lainnya seperti Nusa Tenggara, Kalimantan, Maluku, dan Papua, selisih suara Jokowi-Maruf sudah berada di atas 10 persen lebih kuat dibanding paslon Prabowo-Sandiaga. Wilayah-wilayah ini akan menjadi lumbung suara yang harus dipertahankan oleh paslon Jokowi-Ma’ruf, kecil kemungkinan suara di wilayah ini berubah menjadi dimenangkan oleh Prabowo-Sandi di Pemilu 2019 nanti, meskipun jelas masih ada kemungkinan tersebut.

Prabowo-Sandi Sedikit Lebih Kuat di Sumatera

Sedangkan untuk di Sumatera, Litbang Kompas.com menemukan fakta bahwa Prabowo-Sandi meraup suara sedikit lebih banyak dari Jokowi-Ma’ruf. Paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi, diperkirakan akan mendapatkan suara sebesar 40,5 persen, sedangkan paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf hanya akan mendapatkan suara sebesar 38,1 persen. Persaingan ini begitu sengit, terutama karena kedua paslon masih memiliki waktu yang cukup lama untuk berkampanye. Untuk pulau Sumatera ini, pemilih Prabowo-Sandi datang dari provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Riau. Sedangkan Jokowi-Ma’ruf diperkirakan mendapatkan suara di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung.

Jadi, Wilayah Mana yang Masih Rentan untuk Berubah Hasilnya?

Jika menilik dari hasil yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas di atas, beberapa wilayah yang cukup kuat untuk Jokowi-Ma’ruf ada di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Nusa Tenggara, Kalimantan, Maluku, dan Papua. Sedangkan untuk kubu Prabowo-Sandi, belum ada hasil survei yang menyatakan Prabowo-Sandi akan akan menang telak. Hal ini mengindikasikan kubu Prabowo-Sandi ini sebenarnya lebih rentan daripada kubu Jokowi-Ma’ruf. Itu artinya juga, meskipun berdasarkan survei Litbang Kompas.com beberapa wilayah dimenangkan Prabowo-Sandi, wilayah-wilayah tersebut masih dapat dikatakan sebagai wilayah yang berpotensi suaranya berubah menjadi milik Jokowi-Ma'ruf. Begitu pun dengan wilayah-wilayah yang sudah dimenangkan Jokowi-Ma’ruf dengan tipis. Dengan kampanye yang sukses, bisa saja wilayah-wilayah tersebut justru jatuh ke tangan Prabowo-Sandi.

Wilayah mana saja yang masih rentan itu? Wilayah-wilayah tersebut adalah seluruh pulau Sumatera dan kepulauan di sekitarnya, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan seluruh Pulau Sulawesi. Besarnya cakupan wilayah ini tentu bisa jatuh ke tangan salah satu paslon. Jika kampanyenya sukses, mungkin Prabowo-Sandi bisa mengubah suara yang tadinya masih tipis menjadi lebih besar di berbagai wilayah. Namun jika Jokowi-Ma’ruf lebih sukses di wilayah-wilayah yang masih rentan ini, bisa jadi Jokowi akan kembali memimpin Indonesia untuk periode kepresidenan selanjutnya.

Related Article