Ngotot Bubarkan KPK, Ini Lho Saran Fahri Hamzah ke Jokowi untuk Berantas Korupsi

Fahri Hamzah kembali blak-blakan soal keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di negeri ini. Saat jadi pembicara pada acara #AsumsiLive yang digagas Asumsi.co, Kamis (14/12) kemarin di Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Fahri tetap pada pendiriannya meminta agar KPK dibubarkan saja.

Tapi tunggu dulu guys, kalian jangan berburuk sangka dulu ya sama ‘Bung Mantap’ yang pengen banget KPK dibubarin. Fahri punya alasan yang cukup kuat kok soal idenya yang out of the box itu. Pengen tau? Yuk simak.

Politisi kelahiran 10 November 1971 itu beranggapan bahwa di era demokrasi yang sedang kita nikmati saat ini, Indonesia seharusnya gak butuh lagi sama KPK. Indonesia sudah punya lembaga-lembaga hukum lain yang permanen dan punya power untuk memberantas korupsi.

“Indonesia ini kan udah melewati masa-masa kelam saat Orde Baru di mana kebebasan berpendapat dan berekspresi dipasung. Sekarang di era reformasi, kita jangan lagi kembali ke masa lalu dong,” kata Fahri Hamzah saat jadi pembicara pada acara #AsumsiLive Asumsi.co yang bertajuk ‘Politician vs Millennials’ di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (14/12) malam.

“Sebenarnya gini, ada atau gak ada KPK itu sama sekali gak ngaruh. Keberadaan KPK itu saat ini udah gak relevan lagi. Pada dasarnya, di era demokrasi ini harusnya korupsi udah gak ada lagi dengan sendirinya,” sambung politisi berusia 46 tahun itu.

Fahri tentu gak asal ngomong aja. Beliau juga ngasih saran gimana cara pemberantasan korupsi jika nanti KPK dibubarkan dan saran itu sepenuhnya diarahkan kepada Presiden Joko Widodo, sebagai panglima tertinggi yang punya kuasa penuh untuk memberantas korupsi.

Gak usah pusing-pusing, harusnya cukup Presiden yang turun tangan langsung berantas korupsi, gampang kok. Masalah korupsi itu kecil, Pak Jokowi bisa nyamperin langsung menteri-menterinya, jaksa, kepolisian, jika ada yang gak beres," jelas Fahri.

“Tanya ke mereka, sedang tersangkut kasus apa mereka saat ini, Pak Jokowi bisa memanfaatkan data intelijen kalau bawahannya mulai gak bener. Tanya dengan suara yang lantang dan tegas. Jika terbukti korupsi, langsung copot hari itu juga, ganti yang baru,” tegas Fahri.

Menurut Fahri, Presiden Jokowi harusnya memang memiliki kewenangan yang besar untuk memberantas korupsi secara langsung. Ia menaruh kepercayaan yang besar kepada Presiden Jokowi untuk memberantas korupsi ketimbang KPK yang justru menambah masalah negara.

Di era reformasi dan serba digital ini, Fahri yakni jika ada pejabat terindikasi korupsi, maka akan dengan mudah terendus oleh masyarakat. Apalagi zaman udah maju, Fahri menyebut gerak-gerik mencurigakan pejabat negara bisa cepat diketahui.

“Sekarang ini zaman udah maju, kalau ada pejabat negara yang gak bener sedikit aja, langsung posting di media sosial, terus viral dan jadi omongan banyak orang. Jadi gak usah khawatir,” tandasnya.

Menurut Fahri, pembubaran KPK sudah sangat tepat. Fahri meminta Indonesia kembali memaksimalkan kerja-kerja kejaksaan dan kepolisian karena keduanya merupakan lembaga permanen yang udah berdiri sejak lama. 

“Jadi ayo kita konsolidasi negara ini dengan cara menguatkan lembaga inti, kurangi lembaga-lembaga sampir, semi negara kayak KPK. Sebab itu membuat kacau, terkadang terjadi dualisme yang berlebihan,” bebernya.

“Kembalikan wewenang memberantas korupsi kepada kepolisian dan Kejaksaan Agung dulu. Mereka bisa kok dan punya power yang luar biasa kuat, jadi kita gak perlu KPK lagi,” tuntas politisi yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu.

Udah cukup jelas kan guys kenapa Fahri ngotot banget pengen KPK dibubarin. Eh iya sampe lupa, di acara Asumsi.co kemarin, Bung Mantap Fahri juga ngejanjiin bakal ngasih hadiah sepeda, motor, dan lengkap sama helmnya lho, buat kalian yang bisa ngebuktiin jika negara benar-benar mengalami kerugian sebesar Rp 2,3 triliun dari kasus korupsi e-KTP. Wah lumayan kan, ikutan gih.

Related Article