Pesawat Lion Air JT-610 Dikatakan Laik Terbang, Gimana Kondisi Ideal Pesawat untuk Terbang?

Kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 tentu meninggalkan bekas luka yang mendalam untuk seluruh masyarakat Indonesia. Salah satu yang membingungkan banyak pihak adalah mengapa pesawat yang baru berumur dua bulan dapat mengalami kecelakaan yang begitu hebat. Banyak spekulasi, tetapi jawaban memang tidak dapat dijawab secepatnya. Analisis kecelakaan pesawat dapat memakan waktu minimal enam bulan hingga waktu yang tak terhingga. Meskipun begitu, untuk menjawab kekhawatiran banyak pihak, sebenarnya, seperti apa sih kondisi ideal untuk pesawat dapat terbang?

Berbagai macam pertanyaan turunan pun bermunculan dari pertanyaan tersebut. Jika berangkat dari kasus JT-610, pertanyaan yang paling sering muncul adalah tentang ideal umur pesawat. Dalam wawancara dengan USA Today di tahun 2013, pilot kawakan asal Amerika Serikat John Cox mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada batasan umur untuk pesawat terbang. Jika dirawat dengan benar dan dijaga kondisinya, umur dari pesawat tidaklah relevan untuk sebuah pesawat dikatakan laik terbang. John Cox pun menyatakan bahwa ada pesawat yang dibuat di tahun 1930-an dan masih dapat terbang hingga tahun 2013 yang lalu. Dalam perawatan, ada komponen yang diganti mengikuti umur, ada juga yang diganti sesuai dengan jam terbang pesawat. Inspeksi berkala harus terus dilakukan untuk memastikan bahwa pesawat dapat laik terbang. Maka dari itu, umur ideal pesawat sebenarnya hanya mitos, selama perawatan dilakukan dengan benar.

Kemudian, pertanyaan kedua yang juga sering muncul adalah tentang kecepatan yang ideal untuk sebuah pesawat komersial terbang. Permasalahannya, untuk menyederhanakan kecepatan dalam pesawat terbang sedikit lebih rumit daripada kecepatan kendaraan yang ada di darat, karena ada beberapa kecepatan lain yang perlu dikonsiderasikan seperti kecepatan angin. Berdasarkan salah satu situs aviation enthusiast, flightdeckfriend.com, pesawat komersial secara ideal terbang di kecepatan 740-930km/jam. Angka tersebut telah disesuaikan dengan angka kecepatan di darat.

Tidak hanya tentang kecepatan dan umur yang ideal, kondisi ideal pesawat lainnya yang sering juga dipertanyakan adalah ketinggian yang dicapai. Jika diperhatikan, kebanyakan pesawat terbang komersial menerbangkan pesawatnya di ketinggian 35 ribu kaki hingga 42 ribu kaki (10.600 meter hingga 12.800 meter).  Angka ini seringkali disebut sebagai angka yang ideal berdasarkan tingkat ekonomis dan ketersediaan oksigen untuk pembakaran bensin. Terlalu tinggi dan bensin akan kekurangan oksigen untuk pembakaran, terlalu rendah dan pembakaran akan terlalu besar karena membutuhkan tenaga yang lebih untuk melewati kepekatan udara yang lebih tebal di bawah 35,000 kaki.

Meskipun angka tersebut ideal, tentu terdapat beberapa pengecualian. Misalnya Concord, kala itu terbang di ketinggian 50 ribu kaki hingga 60 ribu kaki (15.240 meter hingga 18.288 meter). Hal ini dikarenakan Concord yang lebih cepat dari kecepatan cahaya mendapatkan angka optimum pembakaran bensin dan oksigen di ketinggian tersebut.

Pertanyaan terakhir mungkin tidak terlalu berhubungan kepada pesawat itu sendiri, tetapi berhubungan dengan penerbangan secara umum, yaitu adalah berapa angka jam terbang ideal untuk seorang pilot menerbangkan pesawat komersial. Jika mengikuti standar Amerika Serikat yang tertulis di dalam aturan Federasi penerbangan Amerika Serikat (FAA), minimal jam terbang untuk pilot menerbangkan pesawat komersial adalah 1500 jam. Angka tersebut sebenarnya bukan angka ideal, melainkan angka minimal. Namun, angka minimal tersebut dapat dikatakan ideal untuk melakukan penerbangan komersial. Sebab, angka tersebut dicapai dengan cara pelatihan-pelatihan yang didampingi oleh pelatih profesional.

Related Article