Amankah Berkencan di Tengah Pandemi Virus Corona?

Aplikasi kencan Tinder mengingatkan para penggunanya untuk menjaga kesehatan dengan cara mencuci tangan dengan air dan sabun, membawa cairan disinfektan, tidak menyentuh wajah, dan menjaga jarak dari orang lain ketika sedang berada di keramaian. “Tinder adalah tempat yang tepat untuk berkenalan dengan orang lain. Walaupun kami ingin kamu tetap bersenang-senang, kami juga mengingatkan bahwa melindungi dari dari virus Corona juga penting.”  

Di tengah pandemi COVID-19 ini, sebagian orang memilih untuk mengisolasi diri atau berdiam di rumah bersama orang-orang terdekat. Di Wuhan, misalnya, stok kondom habis di berbagai toko serba ada selama lockdown. Sementara itu, sebagian orang lain mungkin khawatir dan bertanya-tanya: apakah aktivitas-aktivitas percintaan seperti menggunakan aplikasi kencan, makan malam di restoran dan pergi ke bioskop, hingga berhubungan seks masih aman?

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah melaporkan penularan virus bisa terjadi lewat manusia maupun benda mati. Orang yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 dapat menularkan virus ini ke orang lain dari jarak 2 meter, ketika orang tersebut bersin atau batuk. Tangan yang menyentuh benda mati terkontaminasi virus juga bisa membuat seseorang terinfeksi saat tangan itu menyentuh mulut, hidung, atau mata.

Virus yang menghajar sistem pernapasan ini telah membuat ilmuwan-ilmuwan menganjurkan social distancing. Perancis yang telah melaporkan lebih dari 2.800 kasus COVID-19, misalnya, menganjurkan agar setiap orang tidak lagi saling menyapa dengan berciuman di pipi (la bise), berjabat tangan, hingga berkumpul di suatu tempat dengan massa lebih dari 1.000 orang. Begitu pula dengan Spanyol yang telah menginstruksi orang-orang untuk berhenti mencium patung Bunda Maria dan Yesus.

Tindakan pecegahan juga mulai diterapkan di DKI Jakarta, dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan pembatasan jam operasional restoran. Aturan ini dikatakan masih dirumuskan, dan akan ditetapkan jika wabah COVID-19 semakin parah.

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan ketika kamu hendak berkencan di tengah wabah ini? Sampai vaksin untuk COVID-19 ditemukan dan bisa digunakan secara luas, social distancing atau menghindari aktivitas sosial dikatakan sebagai cara paling efektif untuk memperlambat penyebaran virus. Berikut kami kumpulkan beberapa tip agar kamu dan (calon) pasanganmu bisa saling mencegah penularan virus.

Batalkan rencana kencan jika tidak enak badan.

Jika kamu sedang merasa tidak enak badan, lebih baik batalkan janji. Diketahui bahwa gejala ringan COVID-19 menyerupai flu biasa: demam, batuk-batuk, dan sesak napas. Ada pula kasus tanpa gejala atau asymptomatic. Dengan masa inkubasi virus hingga 2-14 hari dan penyebaran virus yang cepat, siapa pun berpotensi untuk ikut menyebarkan virus tanpa mereka sadari.

Hindari mengunjungi acara-acara yang ramai.

Sebisa mungkin hindari atau batalkan rencanamu datang ke konser, pertandingan sepak bola, atau konferensi bisnis yang pesertanya mencapai ribuan orang. Jika terdapat kasus virus Corona di wilayahmu, dianjurkan pula untuk menghindari pergi ke tempat-tempat umum seperti restoran, kafe, bioskop, mall, atau klub malam.

Bagaimana dengan berhubungan seks?

Diketahui bahwa virus Corona menyebar lewat organ pernapasan—ciuman punya potensi tinggi untuk menularkan virus. Walaupun COVID-19 bukan merupakan penyakit menular seksual, tetapi aktivitas seksual yang meliputi menyentuh kulit dan wajah seseorang tetap berisiko. Kamu dan partnermu bisa saling mengecek dan mendiskusikan kondisi kesehatan masing-masing sebelum berhubungan intim.

Tinggal bersama dengan pasangan atau anggota keluarga yang sakit?

Jika kamu tinggal serumah dengan pasanganmu dan salah satu dari kalian sedang sakit, jangan panik. Kamu tetap bisa tinggal serumah, tetapi sebisa mungkin hindari kontak langsung, beristirahatlah di ruangan terpisah. Upayakan untuk menyucihamakan benda-benda yang sering dipegang dan disentuh secara rutin. Segera pergi ke klinik atau rumah sakit jika kondisi kesehatanmu atau partnermu tidak kunjung membaik.

Kamu mungkin berbahaya bagi orang-orang yang lebih rentan.

COVID-19 dapat berdampak mematikan bagi orang yang punya riwayat penyakit kronis, memilliki penyakit autoimun, positif HIV, dan orang-orang dalam kelompok rentan lain. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang baik mungkin akan baik-baik saja, tetapi kamu bisa jadi membahayakan orang lain. Lagi-lagi, perhatikan kondisi kesehatan pasanganmu sebelum mengajak kencan atau berhubungan intim.

Related Article